Pengembangan Bahan dan Media Pembelajaran
“Pengembangan Media Pembelajaran Berbahasa Dengan Ragam Bentuk Audio”

Oleh:
Agnes Devi Utami 111224065
Risti Anggraeni 111224067
Lusianus Rinata Pratama 111224080
Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma
2013
BAB
I
Pendahuluan
A. Latar
Belakang
Setiap siswa memiliki karakter/gaya
balajar yang berbeda-beda. Untuk itu guru harus kreatif dalam membuat bahan
ajar agar dapat mencakup seluruh gaya belajar yang dimiliki peserta didik.
Untuk tipe pembelajar visual biasanya digunakan media belajar dengan gambar-gambar,
film strip, dan lain-lain, agar menarik peserta didik untuk belajar. Media yang
digunakan untuk tipe pembelajar visual tentunya berbeda dengan yang digunakan
oleh pembelajar auditori. Tipe pembelajar auditori, umumnya kurang tertarik
dengan gambar-gambar, karena mereka akan lebih mudah memahami materi dengan
mendengarkan. Untuk tipe pembelajar auditori biasanya digunakan pemutar audio
digital, radio, PH/CD, dan MP3.
Bahan ajar audio termasuk sebagai
sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan, dan mudah disiapkan untuk
digunakan oleh peserta didik. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahasa
bahan ajar non cetak yaitu audio.
B. Rumusan
Masalah
a) Apa saja
macam-macam bahan ajar audio?
b) Apa kegunaan
bahan ajar audio bagi kegiatan pembelajaran?
c) Apa saja
kelebihan dan keterbatasan bahan ajar audio?
d) Apakah
unsur-unsur penting dalam bahan ajar audio?
e) Bagaimana
langkah-langkah penyusunan dan penngembangan bahan ajar audio?
C. Tujuan
Penulisan
a) Menjelaskan
berbagai macam bahan ajar audio.
b) Menjelaskan
kegunaan bahan ajar audio beserta kelebihan dan kelemahannya.
c) Mengetahui
unsur-unsur penting bahan ajar audio dan cara pengembangannya.
BAB
II
Pembahasan
Dalam
beragam ciri dan karakter belajar yang tidak sama pada setiap siswa, maka
seorang guru harus mampu menjadi kreator yang pandai, dan seorang pencipta yang
inovatif, yang mampu menyajikan berbagai bahan ajar yang sesuai dengan
karakter/gaya belajar peserta didik. Untuk itu salah satu jenis bahan ajar yang
mungkin sesuai dengan gaya belajar siswa adalah audio. Bahan ajar audio
merupakan salah satu jenis bahan ajar nnoncetak yang didalamnya mengandung
suatu sistem yang menggunakan sutau sistem yang menggunakan sinyal audio secara
langsung, yang dapat dimainkan atau diperdengarkan kepada peserta didik untuk
membentu mereka dalam menguasai suatu pokok bahasan tertentu.
Bahan
ajar audio, menurut pandangan pengembang pelajaran, bahkan dianggap sebagai sumber bahan ajar yang ekonomis,
menyenangkan, dan mudah disiapkan untuk digunakan oleh peserta didik. Sekali
dikemas, materi pelajaran dan urutan penyajiannya jadi tetap, pasti, dan dapat
berfungsi sebagai medium pembelajaran untuk belajar secara individual.
Bahan
ajar ini jika dipersiapkan secara matang dan digunakan dengan metode yang baik,
maka dapat diproduksi dan didistribusikan dengan biaya relatif murah dan
terjangkau. Akan tetapi, jika bahan ajar ini tidak didesain dan digunakan
dengan baik, ia justru akan menjadi pengganggu dalam kegiatan pembelajaran
peserta didik. Jadi, seperti halnya dengan bahan ajar yang lain, pengajaran
menggunakan audio harus dilakukan dengan keterampilan, seni, dan perencanaan
yang matang terlebih dahulu.
A. Macam-macam Bahan Ajar Audio
Ada dua macam bentuk bahan ajar audio, yaitu
bentuk kaset/piringan hitam (PH)/compact
disc (CD) dan radio. Seiring dengan berkembangnya teknologi modern saat
ini, kaset dan piringan hitam sudah jarang digunakan. Hal ini disebabkan karena
pemutarnya kadang kala sudah dianggap tidak portable
lagi, bahkan untuk pemutar piringan hitam langka dipasaran. Kini, ada banyak
medium digital (seperti hard disk, flash
disk dan memory card) untuk
penyimpanan sistem suara dalam bentuk audio
file dengan format audio yang biasa digunakan, yaitu MP3. Sedangkan untuk
sumbernya juga cukup bervariasi yaitu dari perangkat perekam dan pemutar audio
digital, seperti multimedia player and
recorder (MP3, MP4,MP5,MP6,MP7), sound
recorder, dan hand phone.
Sebuah kaset, PH, atau CD yang direncanakan
sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah program audio dapat dipergunakan
sebagai bahan ajar. Media kaset/PH/CD mampu menyimpan suara yang dapat secara
berulang-ulang diperdengarkan kepada peserta didik yang menggunakannya sebagai
bahan ajar. Bahan ajar ini biasanya digunakan untuk pembelajaran bahass atau
musik. Bahan ajar kaset tidak dapat berdiri sendiri, karena dalam penggunaannya
memerlukan bantuan alat dan bahan lainnya, seperti tape recorder atau perangkat audio
player lainnya dan lembar skenario pendidik.
Sementara radio (yaitu radio broadcasting) adalah mesin dengar yang dapat digunakan
sebagai bahan ajar. Dengan radio, peserta didik bisa belajar suatu hal. Radio
juga dapat digunakan sebagai bahan ajar. Sebagai contohnya, pada jam tertentu,
guru merencanakan sebuah progaram pembelajaran melalui radio, misalnya
mendengarkan berita siaran radio langsung mengenai suatu kejadian atau fakta
yang sedang berlangsung.
B. Kegunaan Bahan Ajar Audio bagi Kegiatan Pembelajaran
Pemanfaatan bahan ajar audio dalam kegiatan
pembelajaran ada empat. Pertama, pengajaran music
literary (pembacaan sajak) dan kegiatan dokumentasi. Kedua, pengajaran
bahasa asing, baik secara audio maupun audio visual. Ketiga, pengajaran melalui
radio atau radio pendidikan. Keempat paket-peket belajar untuk berbagai jenis
materi yang memungkinkan pesrta didik dapat melatih daya penafsirannya dalam
suatu bidang studi.
Peranan radio dalam kegiatan pembelajaran
adalah sebagai berikut :
a) Sebagai
suatu kegiatan yang mendiri.
b) Untuk
melengkapi media utama lainnya.
c) Sebagai
media utama yang dibantu atau bersama-sama dengan media lainnya.
d) Dalam SBJJ
(sistem Belajar Jarak Jauh), radio menjadi salah satu media penunjang terhadap
media utama, yaitu modul, serta media lainnya.
C. Kelebihan dan Keterbatasan Bahan Ajar Audio
Setiap jenis bahan ajar memiliki kelebihan
serta keterbatasan. Begitu pula dengan bahan ajar audio.
1) Kelebihan
Bahan Ajar Audio
ü Meteri
pelajaran sudah tetap, terpatri, dan dapat direproduksi dengan konten yang
tetap sama.
ü Produksi dan
reproduksi sangat ekonomis serta mudah didistribusikan.
ü Peralatan
program audio termasuk yang paling murah dibandingkan dengan mdia audiovisual
lainnya.
ü Dengan
berbagai teknik perekaman audio, bentuk-bentuk pngajaran terprogram dapat
digunakan untuk pengjaran mandiri, memungkinkan peserta didik belajar sesuai
dengankecepatan masing-masing, serta memberikan penguatan dan pengetahuan
dengan penampilan langsung.
ü Dalam bentuk
program pengajaran mandiri yang canggih, sudah ada peralatan yang dapat
menyelaraskan visual dengan program audio yang terekam, serta tersedia juga
alat yang dapat berhenti sendiri. Sehingga peserta didik berkesempatan untuk
berinteraksi dengan program tersebut, kemudian melanjutkan program jika sudah
siap. Perlengkapan lain yang didesain khusus untuk komparasi audio yang
meungkinkan peserta didik dapat mendengar, misalnya penampilan, kemudian
meresponsnya, dan lebih lanjut membandingkan penampilannya dengan itu.
ü Suasana dan
perilaku peserta didik dapa dipengaruhi melalui penggunaan musik latar belakang
dan efek suara.
2)
Keterbatasan
Bahan Ajar Audio
Ø Membutuhkan
kehati-hatian jika hanya audio yang digunakan. Karena, waktu yang lama tanpa
memberikan rangsangan individual dapat membosankan dan akan mengganggu
pengajaran dengan kecapatan sendiri (audio yang diputar selama 15 menit akan
memakan waktu peserta didik sebanyak itu pula tanpa memperhatikan keterampilan
peserta didik).
Ø Perbaikan
biasanya menuntut diproduksinya rekaman master (induk) baru dibuatnya copy rekaman baru. Hal ini akan memakan
waktu dan biaya yang besar.
Ø Masalah
pendistribusian akan muncul manakala produksi gambar diselaraskan dengan audio.
Hal ini disebabkan oleh adanya keragaman perangkat keras yang ada dan digunakan
di berbagai tempat latihan.pengembang pelajaran mesti mengetahui perlengkapan
apa yang ada untuk disesuaikan dengan perangkat lunaknya (software).
Ø Pengembangan
naskah audio yang baik (terutama yang akan digunakan untuk menunjang visual)
dapat menyita waktu dan membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus.
Ø Perlu
berkali-kali dalam memperkirakan kecapatan materi verbal. Seandainya bahan
disajikan terlalu cepat, maka peserta didik akan kehilangan jejak atau
kebingungan. Dalam beberapa hal, sebaiknya peserta didik diberikan pengulangan
melelui peringatan visual, misalnya dituliskan kembali dalam perlengkapan buku
kerja atau ditampilkan dalam gambar diam. Hal ini umumnya dapat ditentukan
selama tes pengembangan (developmental
test).
Ø Peserta
didik menemukan kesulitan dan kebingungan, jika mereka menggunakan audiovisual
yang diselaraskan, tetapi menyimpang dari keselarasan.
3)
Kelebihan
dan Keterbatasan Bahan Ajar Radio
Bahan ajar radio juga memiliki kelebihan
serta keterbatasan. Kelebihannya antara lain terletak pada kemampuannya dalam
membangkitkan kreativitas mitra, mempengaruhi bentuk pembentukan perasaan dan
kesan (impresi) seseorang, serta merangsang daya imajinasi. Sedangkan
kelemahannya, menurut Wijaya dkk. (1992) adalah sebagai berikut :
ü Pendengar
memiliki pilihan untuk kemungkinan mendengarkan terus atau mematikan pesawat
radio (penerima). Hal ini akan bergantung pada perhatian pendengar terhadap
suatu program siaran.
ü Daya ingat
manusia tidak bisa menangkap terlalu banyak informasi dalam satu waktu,
sehingga waktu siaran untuk satu program harus dibatasi agar tidak terlalu
lama.
ü Radio adalah
alat komunikasi satu arah, sehingga materi siaran harus sederhana untuk bisa
dipahami oleh kebanyakan pendengar.
ü Kecepatan
penyajian pesan harus sesuai dengan kecepatan daya tangkap pendengar.
ü Segala arti
dan pengertian disampaikan melalui saluran pendengaran (suara) atau berbentuk
audio.
ü Kebanyakan
kita belajar melalui saluran pengelihatan atau visual. Oleh karena itu, radio
harus biasa memvisualisasikan sesuatu dalam bentuk suara-suara.
ü Setiap
pendengar beranggapan hanya berkomunikasi dengan pesawat radio. Oleh karenanya,
radio harus berbicara dengan seseorang secara individual.
ü Ada beberapa
hambatan dan rintangan lain secara teknis-mekanis, bahasa, dan noise dalam proses mendengarkan melalui
radio.
D. Unsur-Unsur Penting Dalam Bahan Ajar Audio
1. Struktur
Kaset/PH/CD
Pada bahan
ajar berbentuk kaset, CD, atau PH, strukturnya meliputi lima komponen yaitu
judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi
pendukung, dan penilaian. Tiga komponen (judul, petunjuk belajar, dan informasi
pendukung) terdapat pada bahan ajar, sedangkan dua komponnen lainnya
(kompetensi dasar atau materi pokok, dan penilaian) ada pada kertas lain.
2. Struktur
Radio
Bahan ajar
radio memiliki struktur yang hampir sama dengan struktur bahan ajar berbentuk
kaset/PH/CD. Hanya saja pada komponen bahan ajar radio tidak terdapat petunjuk
belajar. Jadi komponen yang terdapat pada bahan ajar radio ada dua, yaitu judul
dan informasi pendukung. Sedangkan dua komponen lainnya, yaitu kompeteensi
dasar atau materi pokok penilaian ada pada lembar kertas lain.
E. Memahami Langkah-Langkah Penyusunan dan
Pengembangan Bahan Ajar Audio
Penulisan Naskah Audio
Menuliskan bahan
pelajaran untuk untuk diperdengarkan memerlukan keterampilan khusus serta
mempunyai ukuran kualitas tertentu. Hal ini bukan berarti aturan tata bahasa
yang baik dan ungkapan yang jelas harus ditinggalkan dalam menulis kalimat
untuk diucapkan. Maksudnya, kalimat yang ditulis harus dapat diungkapkan dengan
wajar dan easy listening. Beberapa
karakteristik untuk memenuhi persyaratan tersebut :
a. Irama.
Kombinasikan kata dan bunyi yang dapat dengan mudah, jelas, dan lancar.
b. Tata
bahasa. Taruhlah kata-kata kunci di tempat-tempat yang pasti dapat didengar
oleh peserta didik. Misalnya, kata pertama yang diucapkan mungkin tidak pasti
akan didengar, karena peserta didik perlu memusatkan perhatiannya untuk
menerimapesan kata-kata penting.
c. Struktur
Kalimat. Umumnya, struktur kalimat yang digunakan pendek-pendek dan tidak
kompleks. Artinya, ide-ide dirangkum dalam kalimat lengkap atau kalimat pendek
yang jelas. Karena, kecepatan pembacaan narasi bukan diatur oleh peserta didik,
tetapi oleh narator. Maka, kita haruslah menyajikan ide yang sedemikian rupa,
sehingga dapat ditangkap dengan mudah, cepat, dan tepat oleh peserta didik.
d. Kalimat
aktif. Jenis kalimat ini harus digunakan pada setiap kemungkinan, maksudnya
untuk menjaga perhatian pendengar serta untuk mengurangi kesalah pahaman.
Langkah-Langkah Pembuatan Bahan
Ajar Audio
Secara garis besar, langkah-langkah
pembuatan bahan ajar audio meliputi
kegiatan perencanaan, produksi, dan evaluasi. Perencanaan mencakup
kegiatan-kegiatan penentuan tujuan, menganalisis keadaan sasaran (peserta didik),
penentuan materi, format yang akan dipergunakan , dan penulisan skrip.Sedangkan
adalah kegiatan perekaman bahan,sehingga
seluruh program yang terolah direncanakan dapat direkam dalam media perekam
suara(pita suara, CD suara, flash disk, atau sejenisnya). Adapun evaluasi
adalah kegiatan untuk menilai program, apakah program tersebut bisa dipakai
atau perludisempurnakan (direvisi) lagi.
Berikut adalah langkah langkah penyusunan bahan ajar audio
berdasarkan bentuknya menurut Diknas (2004).
a. Pembuatan Bahan Ajar Kaset/PH/CD
Kaset/PH/CD yang kita rencanakan
sedemikian rupa,sehingga menjadi sebuah program audio yang baik dan menarik
bisa kita gunakan sebagai bahan ajar untuk peserta didik.
1) Langkah
langkah Penyusunan kaset/PH/CD
Adapun
langkah langkah penyusunan kaset/PH/CD adalah sebagai berikut:
a) Tentukan judul yang ditentukan dari kompetensi
dasar atau materi pokok sesuai dengan
besar kecilnya materi.
b) Berikan
petunjuk penggunaan kaset/PH/CD agar kaset/PH/CD mudah digunakan dan dioperasikan
oleh peserta didik.
c) Berikan
informasi yang jelas, padat, dan menarik dalam bentuk tertulis, kemudian rekam
dalam pita kaset/PH/CD.
d) Tulislah
tugas tugas pada lembar kertas lain.misalnya ,menugaskan peserta didik untuk
mendeengarkan,kemudian menirukan apa yang mereka dengar dari bahan ajar.
e) Lakukan
penilaian terhadap hasil kerja dari tugas yang diberikan ,yaitu sewaktu mereka
menirukan apa yang mereka dengar.
f) Gunakanlah
sebagai sumber belajar yang dapat memperkaya (misalnya buku, majalah, internet,
atau jurnal hasil penelitian ) sekaligus sebagai bahan dalam membuat program
audio
b.
Pembuatan
Bahan Ajar Radio
Radio broadcasting
adalah media yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, yang dengannya peserta
didik bisa belajar sesuatu namun untuk membuat suatu bahan ajar radio, kita
perlu memperhatikan beberapa poin penting yang menentukan tingkat keefektifan
bahan ajar radio di dalam penyampaian pesan. Karena, seperti kita ketahui penyampaian pesan radio di arahkan pada
pendekatan stimulus-response dalam belajar, yang artinya materi pesan harus
memungkinkan timbulnya respon proses pembelajaran ang terarah, dan itu semua
akan tergantung pada perencanaaan dan pelaksanaan produksi materi siaran,
prinsip-prinsip belajar melalui radio, landasan kegiatan komunikasi
pembelajaran melalui radio dan kemampuan media siaran radio dalam
penyelenggaraan kegiatan pengajaran.
1) Materi
Siaran Radio Pendidikan
Keefektifan siaran radio pendidikan di antaranya
bisa ditentukan oleh kualitas materi yang dipergunakan.Kualitas materi ini
tergantung pada pengembanganya dalam mengatasi permsalahan aspek-aspek
belajarnya.Kemudian,untuk mencapai tujuan pendidikan melalui radio,terlebih
dahulu kita harus meneliti dan mengana lisis keadaan sasaran.Analisis ini akan
mengarahkan pendekatan tujuan pengajaran,pemanfaatan kegiatan pembelajaran,dan
penelitian terhadap pencapaian hasil
proses kegiatan pembelajaran.
2) Prinsip-Prinsip
Belajar dengan Radio
Dalam merencanakan program siaran radio, kita harus
memperhatikan prinsip prinsip perubahan melalui siaran radio. Prinsip prinsip
tersebut adalah sebagai berikut:
a) Program
siaran harus membangkitkan minat sasaran (peserta didik) agar mau mempelajari
materi yang disampaikan.
b) Pemilih
topik harus relevan dengan keinginan dan kebutuhan peserta didik dari segi
pentingnya atau kegunaaannya.
c) Materi
harus disajikan menurut urutan yang logis dari awal sampai akhir siaran.
d) Penyajian
bahan melalui satu cara akan mudah dalam pelaksanaan programnya, tetapi akan
sulit dalam memungkinkan pemartisipasian peserta didik secara aktif.
e) Materi
yang disajikan secara ceramah saja akan mengurangi antusiasme pendengar
(peserta didik). Maka, supaya antusisasme pendengar tinggi, materi harus
disajikan secara lebih hidup untuk memungkinkan partisipasi mereka.
f) Penekanan
(reinforcement)suatu pesan sangat penting untuk membuat daya serap yang tinggi
g) Kecerdasan,perasaan,dan
imaginasi pendengar harus dijadikan dasar atau tekanan utama dalam penyusunan
materi supaya peserta didik dapat kepuasan dalam pencapaian hasil belajar.
Adapun persyaratan yang
harus kita penuhi agar pemanfaatan bahan ajar radio ini bisa efektif adalah
sebagai berikut: pertama, bahan ajar siaran radio dalam kegiatan pengajaran
harus bisa menciptakan situasi komunikasi manusiawi ,bukan sekedar komunikasi
elektronika. Oleh karena itu dalam menyusun bahan ajar siaran radio sebaiknya
kita juga memperhitungkan timbulnya ide baru pada waktu komunikasi sedang
berlangsung, dengan mengutamakan pesan yang dipersiapkan terlebih dahulu, untuk
memungkinkan proses interaksi kegiatan pembelajaran bisa saling mempengaruhi.
Kedua, bahan ajar
siaran radio harus mampu memunculkan partisipasi semua pihak dalam komunikasi
pengajaran, sehingga bsa menghasilkan suatu akibat dari adanya pesan yang
dikirimkan terlebih dahulu. Sementara, hasil akhir yang diharapkan harus berupa
penguasaan kompetensi dasar yang telah
ditetapkan dalam kurikulum.
Berikut ini adalah 6 hal yang harus diperhatikan dalam langkah
langkah penyusunan bahan ajar siaran radio.
a) Judul diturunkan dari kopetensi dasar atau
materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b) Petunjuk
penggunaan radio harus disertakan agar peserta didik mengetahui bagai mana cara
mengunakan radio sebagai bahan ajar
c) Informasi
pendukung dijelaskan secara jelas, padat, dan menarik. Adapun beberapa hal yang
hendaknya diperhatikan pada waktu menulis naskah untuk bahan ajar siaran radio
adalah sebagai berikut:
·
Tulislah naskah untuk didengar dan bukan
untuk dilihat
·
Susunlah sederhana mungkin
·
Buatlah bersifat profesional atau
pribadi
·
Berpikirlah dalam arti suara maksudnya,
gunakan kata-kata yang sesuai dengan
media suara
d) Tulis
tugas-tugas dalam lembar kertas lain, contohnya berupa tugas mendengarkan
program radio dan membuat laporan tentang apa yang mereka dengar
e) Lakukan
penilaian terhadap hasil karya dan tugas yang di berikan
f) Guakan
berbagai sumber belajar yang bisa
memperkaya materi contoh majalah dan internet
3) Pembuatan
Program Siaran Radio
Kegiatan dalam Pembuatan Program siaran
radio
Dalam pembuatan program
siaran radio kegiatan kegiatan adalah sebagai berikut:
·
Menentukan isi siaran berdasarkan
kompetensi dasar atau materi pokok.
·
Mengolah materi siaran menjadi naskah
siaran mengunakan message design.
·
Menyusun suport material yang mencakup
penentuan jadwal siaran, buku pedoman guru, buku pegangan guru, dan buku
pegangan peserta didik.
·
Bila di perlukan suplemen material
tertentu, penentuan dan perencanaan pedoman pelaksaannya harus di persiapkan
untuk dimasukan untuk bahan penyerta.
·
Mengatur produksi bahan siaran.
·
Pengaturan disrtibusi program siaran
yang mencakup perencanaan sistem serta jaringan kerja dalam penyelengaraan
siaran ataupun bahan penyerta dan bahan penunjang yang di tentukan.
BAB III
Simpulan
Ada dua
macam bentuk bahan ajar audio, yaitu bentuk kaset/piringan hitam (PH)/compact disc (CD) dan radio. Pemanfaatan
bahan ajar audio dalam kegiatan pembelajaran ada empat. Pertama, pengajaran music literary (pembacaan sajak) dan
kegiatan dokumentasi. Kedua, pengajaran bahasa asing, baik secara audio maupun
audio visual. Ketiga, pengajaran melalui radio atau radio pendidikan. Keempat
paket-peket belajar untuk berbagai jenis materi yang memungkinkan pesrta didik
dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.
Penulisan
naskah audio harus memperhatikan irama, tata bahasa, struktur kalimat, kalimat
aktif. langkah-langkah pembuatan bahan ajar audio meliputi kegiatan perencanaan, produksi, dan
evaluasi. Perencanaan mencakup kegiatan-kegiatan penentuan tujuan, menganalisis
keadaan sasaran (peserta didik), penentuan materi, format yang akan
dipergunakan , dan penulisan skrip.
6 hal yang harus
diperhatikan dalam langkah langkah penyusunan bahan ajar siaran radio.
a)
Judul diturunkan dari kopetensi dasar
atau materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)
Petunjuk penggunaan radio harus
disertakan agar peserta didik mengetahui bagai mana cara mengunakan radio
sebagai bahan ajar
c)
Informasi pendukung dijelaskan secara
jelas, padat, dan menarik.
d)
Tulis tugas-tugas dalam lembar kertas
lain, contohnya berupa tugas mendengarkan program radio dan membuat laporan
tentang apa yang mereka dengar
e)
Lakukan penilaian terhadap hasil karya
dan tugas yang di berikan
f)
Guakan berbagai sumber belajar yang bisa memperkaya materi
contoh majalah dan internet
Setiap
bahan ajar memiliki kelemahan dan kelebihan, begitu juga dengan bahan ajar
audio dan radio memiliki beberapa kelemahan dan kelebihannya tersendiri.
Daftar
Rujukan
Prastowo,
Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan
Ajar Inovatif: Menciptakan Pembalajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta:
Diva Press.
0 komentar:
Posting Komentar