Rabu, 08 Mei 2013

Pengembangan Bahan dan Media Pembelajaran “Pengembangan Media Pembelajaran Berbahasa Dengan Ragam Bentuk Audio”

Klik Link Berikut http://adf.ly/1Wzvgs


Pengembangan Bahan dan Media Pembelajaran
“Pengembangan Media Pembelajaran Berbahasa Dengan Ragam Bentuk Audio”
 download.jpg
Oleh:
Agnes Devi Utami               111224065
Risti Anggraeni                    111224067
Lusianus Rinata Pratama  111224080

Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma
2013
BAB I
Pendahuluan
A.      Latar Belakang
            Setiap siswa memiliki karakter/gaya balajar yang berbeda-beda. Untuk itu guru harus kreatif dalam membuat bahan ajar agar dapat mencakup seluruh gaya belajar yang dimiliki peserta didik. Untuk tipe pembelajar visual biasanya digunakan media belajar dengan gambar-gambar, film strip, dan lain-lain, agar menarik peserta didik untuk belajar. Media yang digunakan untuk tipe pembelajar visual tentunya berbeda dengan yang digunakan oleh pembelajar auditori. Tipe pembelajar auditori, umumnya kurang tertarik dengan gambar-gambar, karena mereka akan lebih mudah memahami materi dengan mendengarkan. Untuk tipe pembelajar auditori biasanya digunakan pemutar audio digital, radio, PH/CD, dan MP3. 
            Bahan ajar audio termasuk sebagai sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan, dan mudah disiapkan untuk digunakan oleh peserta didik. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahasa bahan ajar non cetak yaitu audio.
B.      Rumusan Masalah
a)     Apa saja macam-macam bahan ajar audio?
b)     Apa kegunaan bahan ajar audio bagi kegiatan pembelajaran?
c)      Apa saja kelebihan dan keterbatasan bahan ajar audio?
d)     Apakah unsur-unsur penting dalam bahan ajar audio?
e)     Bagaimana langkah-langkah penyusunan dan penngembangan bahan ajar audio?
C.      Tujuan Penulisan
a)     Menjelaskan berbagai macam bahan ajar audio.
b)     Menjelaskan kegunaan bahan ajar audio beserta kelebihan dan kelemahannya.
c)      Mengetahui unsur-unsur penting bahan ajar audio dan cara pengembangannya.

BAB II
Pembahasan
Dalam beragam ciri dan karakter belajar yang tidak sama pada setiap siswa, maka seorang guru harus mampu menjadi kreator yang pandai, dan seorang pencipta yang inovatif, yang mampu menyajikan berbagai bahan ajar yang sesuai dengan karakter/gaya belajar peserta didik. Untuk itu salah satu jenis bahan ajar yang mungkin sesuai dengan gaya belajar siswa adalah audio. Bahan ajar audio merupakan salah satu jenis bahan ajar nnoncetak yang didalamnya mengandung suatu sistem yang menggunakan sutau sistem yang menggunakan sinyal audio secara langsung, yang dapat dimainkan atau diperdengarkan kepada peserta didik untuk membentu mereka dalam menguasai suatu pokok bahasan tertentu.
            Bahan ajar audio, menurut pandangan pengembang pelajaran, bahkan dianggap  sebagai sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan, dan mudah disiapkan untuk digunakan oleh peserta didik. Sekali dikemas, materi pelajaran dan urutan penyajiannya jadi tetap, pasti, dan dapat berfungsi sebagai medium pembelajaran untuk belajar secara individual.
            Bahan ajar ini jika dipersiapkan secara matang dan digunakan dengan metode yang baik, maka dapat diproduksi dan didistribusikan dengan biaya relatif murah dan terjangkau. Akan tetapi, jika bahan ajar ini tidak didesain dan digunakan dengan baik, ia justru akan menjadi pengganggu dalam kegiatan pembelajaran peserta didik. Jadi, seperti halnya dengan bahan ajar yang lain, pengajaran menggunakan audio harus dilakukan dengan keterampilan, seni, dan perencanaan yang matang terlebih dahulu.
A.     Macam-macam Bahan Ajar Audio
Ada dua macam bentuk bahan ajar audio, yaitu bentuk kaset/piringan hitam (PH)/compact disc (CD) dan radio. Seiring dengan berkembangnya teknologi modern saat ini, kaset dan piringan hitam sudah jarang digunakan. Hal ini disebabkan karena pemutarnya kadang kala sudah dianggap tidak portable lagi, bahkan untuk pemutar piringan hitam langka dipasaran. Kini, ada banyak medium digital (seperti hard disk, flash disk dan memory card) untuk penyimpanan sistem suara dalam bentuk audio file dengan format audio yang biasa digunakan, yaitu MP3. Sedangkan untuk sumbernya juga cukup bervariasi yaitu dari perangkat perekam dan pemutar audio digital, seperti multimedia player and recorder (MP3, MP4,MP5,MP6,MP7), sound recorder, dan hand phone.
Sebuah kaset, PH, atau CD yang direncanakan sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah program audio dapat dipergunakan sebagai bahan ajar. Media kaset/PH/CD mampu menyimpan suara yang dapat secara berulang-ulang diperdengarkan kepada peserta didik yang menggunakannya sebagai bahan ajar. Bahan ajar ini biasanya digunakan untuk pembelajaran bahass atau musik. Bahan ajar kaset tidak dapat berdiri sendiri, karena dalam penggunaannya memerlukan bantuan alat dan bahan lainnya, seperti tape recorder atau perangkat audio player lainnya dan lembar skenario pendidik.
Sementara radio (yaitu radio broadcasting) adalah mesin dengar yang dapat digunakan sebagai bahan ajar. Dengan radio, peserta didik bisa belajar suatu hal. Radio juga dapat digunakan sebagai bahan ajar. Sebagai contohnya, pada jam tertentu, guru merencanakan sebuah progaram pembelajaran melalui radio, misalnya mendengarkan berita siaran radio langsung mengenai suatu kejadian atau fakta yang sedang berlangsung.
B.     Kegunaan Bahan Ajar Audio bagi Kegiatan Pembelajaran
Pemanfaatan bahan ajar audio dalam kegiatan pembelajaran ada empat. Pertama, pengajaran music literary (pembacaan sajak) dan kegiatan dokumentasi. Kedua, pengajaran bahasa asing, baik secara audio maupun audio visual. Ketiga, pengajaran melalui radio atau radio pendidikan. Keempat paket-peket belajar untuk berbagai jenis materi yang memungkinkan pesrta didik dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.
Peranan radio dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :
a)     Sebagai suatu kegiatan yang mendiri.
b)     Untuk melengkapi media utama lainnya.
c)      Sebagai media utama yang dibantu atau bersama-sama dengan media lainnya.
d)     Dalam SBJJ (sistem Belajar Jarak Jauh), radio menjadi salah satu media penunjang terhadap media utama, yaitu modul, serta media lainnya.
C.      Kelebihan dan Keterbatasan Bahan Ajar Audio
Setiap jenis bahan ajar memiliki kelebihan serta keterbatasan. Begitu pula dengan bahan ajar audio.
1)     Kelebihan Bahan Ajar Audio
ü  Meteri pelajaran sudah tetap, terpatri, dan dapat direproduksi dengan konten yang tetap sama.
ü  Produksi dan reproduksi sangat ekonomis serta mudah didistribusikan.
ü  Peralatan program audio termasuk yang paling murah dibandingkan dengan mdia audiovisual lainnya.
ü  Dengan berbagai teknik perekaman audio, bentuk-bentuk pngajaran terprogram dapat digunakan untuk pengjaran mandiri, memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengankecepatan masing-masing, serta memberikan penguatan dan pengetahuan dengan penampilan langsung.
ü  Dalam bentuk program pengajaran mandiri yang canggih, sudah ada peralatan yang dapat menyelaraskan visual dengan program audio yang terekam, serta tersedia juga alat yang dapat berhenti sendiri. Sehingga peserta didik berkesempatan untuk berinteraksi dengan program tersebut, kemudian melanjutkan program jika sudah siap. Perlengkapan lain yang didesain khusus untuk komparasi audio yang meungkinkan peserta didik dapat mendengar, misalnya penampilan, kemudian meresponsnya, dan lebih lanjut membandingkan penampilannya dengan itu.
ü  Suasana dan perilaku peserta didik dapa dipengaruhi melalui penggunaan musik latar belakang dan efek suara.


2)    Keterbatasan Bahan Ajar Audio
Ø  Membutuhkan kehati-hatian jika hanya audio yang digunakan. Karena, waktu yang lama tanpa memberikan rangsangan individual dapat membosankan dan akan mengganggu pengajaran dengan kecapatan sendiri (audio yang diputar selama 15 menit akan memakan waktu peserta didik sebanyak itu pula tanpa memperhatikan keterampilan peserta didik).
Ø  Perbaikan biasanya menuntut diproduksinya rekaman master (induk) baru dibuatnya copy rekaman baru. Hal ini akan memakan waktu dan biaya yang besar.
Ø  Masalah pendistribusian akan muncul manakala produksi gambar diselaraskan dengan audio. Hal ini disebabkan oleh adanya keragaman perangkat keras yang ada dan digunakan di berbagai tempat latihan.pengembang pelajaran mesti mengetahui perlengkapan apa yang ada untuk disesuaikan dengan perangkat lunaknya (software).
Ø  Pengembangan naskah audio yang baik (terutama yang akan digunakan untuk menunjang visual) dapat menyita waktu dan membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus.
Ø  Perlu berkali-kali dalam memperkirakan kecapatan materi verbal. Seandainya bahan disajikan terlalu cepat, maka peserta didik akan kehilangan jejak atau kebingungan. Dalam beberapa hal, sebaiknya peserta didik diberikan pengulangan melelui peringatan visual, misalnya dituliskan kembali dalam perlengkapan buku kerja atau ditampilkan dalam gambar diam. Hal ini umumnya dapat ditentukan selama tes pengembangan (developmental test).
Ø  Peserta didik menemukan kesulitan dan kebingungan, jika mereka menggunakan audiovisual yang diselaraskan, tetapi menyimpang dari keselarasan.
3)    Kelebihan dan Keterbatasan Bahan Ajar Radio
Bahan ajar radio juga memiliki kelebihan serta keterbatasan. Kelebihannya antara lain terletak pada kemampuannya dalam membangkitkan kreativitas mitra, mempengaruhi bentuk pembentukan perasaan dan kesan (impresi) seseorang, serta merangsang daya imajinasi. Sedangkan kelemahannya, menurut Wijaya dkk. (1992) adalah sebagai berikut :
ü  Pendengar memiliki pilihan untuk kemungkinan mendengarkan terus atau mematikan pesawat radio (penerima). Hal ini akan bergantung pada perhatian pendengar terhadap suatu program siaran.
ü  Daya ingat manusia tidak bisa menangkap terlalu banyak informasi dalam satu waktu, sehingga waktu siaran untuk satu program harus dibatasi agar tidak terlalu lama.
ü  Radio adalah alat komunikasi satu arah, sehingga materi siaran harus sederhana untuk bisa dipahami oleh kebanyakan pendengar.
ü  Kecepatan penyajian pesan harus sesuai dengan kecepatan daya tangkap pendengar.
ü  Segala arti dan pengertian disampaikan melalui saluran pendengaran (suara) atau berbentuk audio.
ü  Kebanyakan kita belajar melalui saluran pengelihatan atau visual. Oleh karena itu, radio harus biasa memvisualisasikan sesuatu dalam bentuk suara-suara.
ü  Setiap pendengar beranggapan hanya berkomunikasi dengan pesawat radio. Oleh karenanya, radio harus berbicara dengan seseorang secara individual.
ü  Ada beberapa hambatan dan rintangan lain secara teknis-mekanis, bahasa, dan noise dalam proses mendengarkan melalui radio. 
D.     Unsur-Unsur Penting Dalam Bahan Ajar Audio
1.      Struktur Kaset/PH/CD
Pada bahan ajar berbentuk kaset, CD, atau PH, strukturnya meliputi lima komponen yaitu judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, dan penilaian. Tiga komponen (judul, petunjuk belajar, dan informasi pendukung) terdapat pada bahan ajar, sedangkan dua komponnen lainnya (kompetensi dasar atau materi pokok, dan penilaian) ada pada kertas lain.
2.      Struktur Radio
Bahan ajar radio memiliki struktur yang hampir sama dengan struktur bahan ajar berbentuk kaset/PH/CD. Hanya saja pada komponen bahan ajar radio tidak terdapat petunjuk belajar. Jadi komponen yang terdapat pada bahan ajar radio ada dua, yaitu judul dan informasi pendukung. Sedangkan dua komponen lainnya, yaitu kompeteensi dasar atau materi pokok penilaian ada pada lembar kertas lain.
E.      Memahami Langkah-Langkah Penyusunan dan Pengembangan Bahan Ajar Audio
            Penulisan Naskah Audio
Menuliskan bahan pelajaran untuk untuk diperdengarkan memerlukan keterampilan khusus serta mempunyai ukuran kualitas tertentu. Hal ini bukan berarti aturan tata bahasa yang baik dan ungkapan yang jelas harus ditinggalkan dalam menulis kalimat untuk diucapkan. Maksudnya, kalimat yang ditulis harus dapat diungkapkan dengan wajar dan easy listening. Beberapa karakteristik untuk memenuhi persyaratan tersebut :
a.       Irama. Kombinasikan kata dan bunyi yang dapat dengan mudah, jelas, dan lancar.
b.      Tata bahasa. Taruhlah kata-kata kunci di tempat-tempat yang pasti dapat didengar oleh peserta didik. Misalnya, kata pertama yang diucapkan mungkin tidak pasti akan didengar, karena peserta didik perlu memusatkan perhatiannya untuk menerimapesan kata-kata penting.
c.       Struktur Kalimat. Umumnya, struktur kalimat yang digunakan pendek-pendek dan tidak kompleks. Artinya, ide-ide dirangkum dalam kalimat lengkap atau kalimat pendek yang jelas. Karena, kecepatan pembacaan narasi bukan diatur oleh peserta didik, tetapi oleh narator. Maka, kita haruslah menyajikan ide yang sedemikian rupa, sehingga dapat ditangkap dengan mudah, cepat, dan tepat oleh peserta didik.
d.      Kalimat aktif. Jenis kalimat ini harus digunakan pada setiap kemungkinan, maksudnya untuk menjaga perhatian pendengar serta untuk mengurangi kesalah pahaman.
Langkah-Langkah Pembuatan Bahan Ajar Audio
Secara garis besar, langkah-langkah pembuatan bahan ajar audio  meliputi kegiatan perencanaan, produksi, dan evaluasi. Perencanaan mencakup kegiatan-kegiatan penentuan tujuan, menganalisis keadaan sasaran (peserta didik), penentuan materi, format yang akan dipergunakan , dan penulisan skrip.Sedangkan adalah kegiatan  perekaman bahan,sehingga seluruh program yang terolah direncanakan dapat direkam dalam media perekam suara(pita suara, CD suara, flash disk, atau sejenisnya). Adapun evaluasi adalah kegiatan untuk menilai program, apakah program tersebut bisa dipakai atau perludisempurnakan (direvisi) lagi.
Berikut adalah langkah  langkah penyusunan bahan ajar audio berdasarkan bentuknya menurut Diknas (2004).
a.      Pembuatan Bahan Ajar Kaset/PH/CD
              Kaset/PH/CD yang kita rencanakan sedemikian rupa,sehingga menjadi sebuah program audio yang baik dan menarik bisa kita gunakan sebagai bahan ajar untuk peserta didik.

1)      Langkah langkah Penyusunan kaset/PH/CD
Adapun langkah langkah penyusunan kaset/PH/CD adalah sebagai berikut:
a)       Tentukan judul yang ditentukan dari kompetensi dasar atau  materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)      Berikan petunjuk penggunaan kaset/PH/CD agar kaset/PH/CD mudah digunakan dan dioperasikan oleh peserta didik.
c)      Berikan informasi yang jelas, padat, dan menarik dalam bentuk tertulis, kemudian rekam dalam pita kaset/PH/CD.
d)     Tulislah tugas tugas pada lembar kertas lain.misalnya ,menugaskan peserta didik untuk mendeengarkan,kemudian menirukan apa yang mereka dengar dari bahan ajar.
e)      Lakukan penilaian terhadap hasil kerja dari tugas yang diberikan ,yaitu sewaktu mereka menirukan apa yang mereka dengar.
f)       Gunakanlah sebagai sumber belajar yang dapat memperkaya (misalnya buku, majalah, internet, atau jurnal hasil penelitian ) sekaligus sebagai bahan dalam membuat program audio
b.      Pembuatan Bahan Ajar Radio
Radio broadcasting adalah media yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, yang dengannya peserta didik bisa belajar sesuatu namun untuk membuat suatu bahan ajar radio, kita perlu memperhatikan beberapa poin penting yang menentukan tingkat keefektifan bahan ajar radio di dalam penyampaian pesan. Karena, seperti kita ketahui  penyampaian pesan radio di arahkan pada pendekatan stimulus-response dalam belajar, yang artinya materi pesan harus memungkinkan timbulnya respon proses pembelajaran ang terarah, dan itu semua akan tergantung pada perencanaaan dan pelaksanaan produksi materi siaran, prinsip-prinsip belajar melalui radio, landasan kegiatan komunikasi pembelajaran melalui radio dan kemampuan media siaran radio dalam penyelenggaraan kegiatan pengajaran.        

1)      Materi Siaran Radio Pendidikan
Keefektifan siaran radio pendidikan di antaranya bisa ditentukan oleh kualitas materi yang dipergunakan.Kualitas materi ini tergantung pada pengembanganya dalam mengatasi permsalahan aspek-aspek belajarnya.Kemudian,untuk mencapai tujuan pendidikan melalui radio,terlebih dahulu kita harus meneliti dan mengana lisis keadaan sasaran.Analisis ini akan mengarahkan pendekatan tujuan pengajaran,pemanfaatan kegiatan pembelajaran,dan penelitian terhadap pencapaian hasil  proses kegiatan pembelajaran.
2)      Prinsip-Prinsip Belajar dengan Radio
Dalam merencanakan program siaran radio, kita harus memperhatikan prinsip prinsip perubahan melalui siaran radio. Prinsip prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
a)      Program siaran harus membangkitkan minat sasaran (peserta didik) agar mau mempelajari materi yang disampaikan.
b)      Pemilih topik harus relevan dengan keinginan dan kebutuhan peserta didik dari segi pentingnya atau kegunaaannya.
c)      Materi harus disajikan menurut urutan yang logis dari awal sampai akhir siaran.
d)     Penyajian bahan melalui satu cara akan mudah dalam pelaksanaan programnya, tetapi akan sulit dalam memungkinkan pemartisipasian peserta didik secara aktif.
e)      Materi yang disajikan secara ceramah saja akan mengurangi antusiasme pendengar (peserta didik). Maka, supaya antusisasme pendengar tinggi, materi harus disajikan secara lebih hidup untuk memungkinkan partisipasi mereka.
f)       Penekanan (reinforcement)suatu pesan sangat penting untuk membuat daya serap yang tinggi
g)      Kecerdasan,perasaan,dan imaginasi pendengar harus dijadikan dasar atau tekanan utama dalam penyusunan materi supaya peserta didik dapat kepuasan dalam pencapaian hasil belajar.


Adapun persyaratan yang harus kita penuhi agar pemanfaatan bahan ajar radio ini bisa efektif adalah sebagai berikut: pertama, bahan ajar siaran radio dalam kegiatan pengajaran harus bisa menciptakan situasi komunikasi manusiawi ,bukan sekedar komunikasi elektronika. Oleh karena itu dalam menyusun bahan ajar siaran radio sebaiknya kita juga memperhitungkan timbulnya ide baru pada waktu komunikasi sedang berlangsung, dengan mengutamakan pesan yang dipersiapkan terlebih dahulu, untuk memungkinkan proses interaksi kegiatan pembelajaran bisa saling mempengaruhi.
Kedua, bahan ajar siaran radio harus mampu memunculkan partisipasi semua pihak dalam komunikasi pengajaran, sehingga bsa menghasilkan suatu akibat dari adanya pesan yang dikirimkan terlebih dahulu. Sementara, hasil akhir yang diharapkan harus berupa penguasaan kompetensi  dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Berikut ini adalah  6 hal yang harus diperhatikan dalam langkah langkah penyusunan bahan ajar siaran radio.
a)        Judul diturunkan dari kopetensi dasar atau materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)      Petunjuk penggunaan radio harus disertakan agar peserta didik mengetahui bagai mana cara mengunakan radio sebagai bahan ajar
c)      Informasi pendukung dijelaskan secara jelas, padat, dan menarik. Adapun beberapa hal yang hendaknya diperhatikan pada waktu menulis naskah untuk bahan ajar siaran radio adalah sebagai berikut:
·         Tulislah naskah untuk didengar dan bukan untuk dilihat
·         Susunlah sederhana mungkin
·         Buatlah bersifat profesional atau pribadi
·         Berpikirlah dalam arti suara maksudnya, gunakan kata-kata yang sesuai  dengan media suara
d)     Tulis tugas-tugas dalam lembar kertas lain, contohnya berupa tugas mendengarkan program radio dan membuat laporan tentang apa yang mereka dengar
e)      Lakukan penilaian terhadap hasil karya dan tugas yang di berikan
f)       Guakan berbagai  sumber belajar yang bisa memperkaya materi contoh majalah dan internet
3)      Pembuatan Program Siaran Radio
Kegiatan dalam Pembuatan Program siaran radio
Dalam pembuatan program siaran radio kegiatan kegiatan adalah sebagai berikut:
·         Menentukan isi siaran berdasarkan kompetensi dasar atau materi pokok.
·         Mengolah materi siaran menjadi naskah siaran mengunakan message design.
·         Menyusun suport material yang mencakup penentuan jadwal siaran, buku pedoman guru, buku pegangan guru, dan buku pegangan peserta didik.
·         Bila di perlukan suplemen material tertentu, penentuan dan perencanaan pedoman pelaksaannya harus di persiapkan untuk dimasukan untuk bahan penyerta.
·         Mengatur produksi bahan siaran.
·         Pengaturan disrtibusi program siaran yang mencakup perencanaan sistem serta jaringan kerja dalam penyelengaraan siaran ataupun bahan penyerta dan bahan penunjang yang di tentukan.
















BAB III
Simpulan
Ada dua macam bentuk bahan ajar audio, yaitu bentuk kaset/piringan hitam (PH)/compact disc (CD) dan radio. Pemanfaatan bahan ajar audio dalam kegiatan pembelajaran ada empat. Pertama, pengajaran music literary (pembacaan sajak) dan kegiatan dokumentasi. Kedua, pengajaran bahasa asing, baik secara audio maupun audio visual. Ketiga, pengajaran melalui radio atau radio pendidikan. Keempat paket-peket belajar untuk berbagai jenis materi yang memungkinkan pesrta didik dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.
Penulisan naskah audio harus memperhatikan irama, tata bahasa, struktur kalimat, kalimat aktif. langkah-langkah pembuatan bahan ajar audio  meliputi kegiatan perencanaan, produksi, dan evaluasi. Perencanaan mencakup kegiatan-kegiatan penentuan tujuan, menganalisis keadaan sasaran (peserta didik), penentuan materi, format yang akan dipergunakan , dan penulisan skrip.
6 hal yang harus diperhatikan dalam langkah langkah penyusunan bahan ajar siaran radio.
a)      Judul diturunkan dari kopetensi dasar atau materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)      Petunjuk penggunaan radio harus disertakan agar peserta didik mengetahui bagai mana cara mengunakan radio sebagai bahan ajar
c)      Informasi pendukung dijelaskan secara jelas, padat, dan menarik.
d)     Tulis tugas-tugas dalam lembar kertas lain, contohnya berupa tugas mendengarkan program radio dan membuat laporan tentang apa yang mereka dengar
e)      Lakukan penilaian terhadap hasil karya dan tugas yang di berikan
f)       Guakan berbagai  sumber belajar yang bisa memperkaya materi contoh majalah dan internet

Setiap bahan ajar memiliki kelemahan dan kelebihan, begitu juga dengan bahan ajar audio dan radio memiliki beberapa kelemahan dan kelebihannya tersendiri.



Daftar Rujukan
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Pembalajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press.